Mengatasi Masalah Game Online di Kalangan Pelajar

Diposting pada

Merebaknya berbagai macam game online di era ini membawa keresahan bagi para orang tua. Apalagi orangtua yang memiliki anak usia sedang bersekolah. Keresahan ini bukan tanpa sebab.

Seperti kita ketahui bersama, hal yang paling mencolok dari pengaruh game terhadap anak jaman sekarang atau siapapun adalah waktu. Waktu yang dipakai anak untuk seorang bermain memang lumayan besar.

Beberapa orangtua mendukung anaknya bermain game, beberapa tidak. Nah bagi orangtua yang tidak mendukung anaknya bermain game.

Tips Buat Mengatasi Efek Negatif Game Online Terhadap Anak

Beberapa langkah yang bisa orangtua lakukan untuk mengatasi permasalahan ini.

Pertama, harus disadar bahwaorang tua merupakan yang sangat penting dalam proses tumbuh kembang anak. Oleh karena itu pengendalian sosial terhadap gaya hidup anak yang dilakukan oleh masyarakat harus dilakukan secara rutin.

Orang tua perlu mendidik anaknya tentang gaya hidup yang tertib agar tidak mudah terpengaruh oleh dunia game online.

Orang tua wajib menjelaskan dengan jelas dampak negatif game online pada anak dengan memberikan contoh dampak negatif game online yang pernah diberitakan di media.

Hal ini dilakukan supaya pemahaman anak tentang efek negatif dari game online terbuka lebar.

Kedua, pemerintah harus menanggapi hal ini dengan serius. Game online adalah fenomena yang memang cukup meresahkan saat ini.

Kasus game online seperti di Asia99 sering mengemuka dari berbagai kalangan. bahkan pada tahun 2018 WHO (World Health Organization) mengemukakan bahwa pelajar yang kecanduan game online tergolong gangguan jiwa.

Pemerintah harus mengambil langkah-langkah khusus untuk meminimalisir kasus tersebut. Misalnya, secara khusus mensosialisasikan dampak negatif game online tersebut kepada masyarakat, khususnya pelajar, sehingga pelajar menyadari akan hal itu.

Ketiga, mari ketahui bersama bahwa pendidik (guru dan dosen) juga berperan penting dalam pengembangan akademik dan karakter peserta didik.

Oleh karena itu, tugas pendidik dan pengajar untuk berbicara terus menerus dan tegas tentang dampak negatif game online ini terhadap anak. Pendidik juga harus mengajak anak untuk terus belajar untuk mengejar cita-citanya.

Baca juga: Praktik Judi Poker Online Yang Semakin Menjamur

Dampak Game Online Terhadap Prestasi Anak

Perkembangan internet yang pesat berdampak besar pada pendidikan anak. Salah satunya adalah hadirnya game online yang ikut berdampak pada prestasi anak.

Permainan online ini memang dapat mempengaruhi prestasi belajar. Sebabnya game online bisa membuat ketagihan yang mengakibatkan waktu untuk belajar tersita. Akibatnya anak yang bermain game online hampir tidak punya waktu untuk belajar.

Ciri ciri buruk anak yang kecanduan game online

Beberapa orang mengatakan bahwa bermain game online juga memiliki efek positif seperti: menghilangkan stress, berlatih bahasa Inggris, mengatasi ketangkasan pikiran, dan lain-lain.

Namun pada artikel kali ini penulis akan menguraikan tiga dampak negatif bagi masyarakat khususnya kalangan pelajar yang kecanduan.

Anak akan kesulitan mengatur waktu belajarnya

Anak akan kesulitan mengatur waktu belajarnya dengan baik karena anak yang mengandalkan game online lebih memprioritaskan waktu yang mereka habiskan untuk bermain game daripada belajar.

Yang lebih parah lagi, banyak anak yang bermain game online saat proses belajar mengajar sedang berlangsung. Dengan mengambil  tempat duduk di baris belakang kursi, anak memulai aksi dengan bermain online.

Para anak atau siswi tersebut tidak mempedulikan guru atau instruktur yang mengajar di depan kelas karena kecanduan game online.

Menurunnya minat belajar anak akibat game online inilah yang akan  berdampak pada hasil belajar anak, atau bahkan kepada pengetahuandan isi kepala anak itu sendiri.

Hilangnya budaya interaksi sosial dari seorang anak.

Anak yang kecanduan game online biasanya hanya fokus pada bermain game online daripada berinteraksi dengan orang lain. Menurut penulis, anak yang kecanduan game online tampak merasa mandiri dengan bermain game online. Anak tidak lagi merasa membutuhkan orang lain untuk mengkomunikasikan hal-hal penting dalam hidupnya.

Merugikan lingkungan sekitar

Anak yang kecanduan game online dapat memicu tindakan destruktif yang dapat merugikan sekitar. Contoh mengambil uang orang tua, dan lebih buruk lagi, mengambil uang orang lain untuk membeli pinjaman atau membayar warung internet untuk bermain game online.

Selain itu, banyak anak yang bisa menghabiskan hingga ratusan ribu rupiah untuk membeli pulsa dan bermain game online. Tindakan-tindakan ini berlebihan dan membutuhkan perhatian khusus bukan?

Mari sadari bersama bahwa anak adalah penerus bangsa. Anda, saya, dan siapapun seharusnya peduli akan hal ini sehingga bisa mengatasi masalah-masalah ini sesuai dengan kapasitas kita.